Penawaran Perusahaan Program 2014 (New!)

The Most Populer Programe 2014

MSDM bukan hanya sekedar mengelola kepentingan karyawan, namun stakeholder.

Sebuah penelitian tesis tentang analisis pengaruh pelatihan dan pengembangan, serta kompensasi terhadap kinerja pegawai, disimpulkan bahwa terjadi tingkat pengaruh yang sangat signifikan bagi kinerja pegawai yang mendapatkan pelatihan dan pengembangan yang diselenggarakan perusahaan, selain konpensasi yang diberikan dan kelayakan serta keadilan dalam pengupahan.

I. InHouse Training Program Masa Persiapan Pensiun

Pelatihan “persiapan Masa Pensiun” dapat juga menjadi bagian dari sebuah kegiatan yang merupakan implementasi dari program penghargaan khusus perusahaan terhadap pengabdian karyawan selama ini, diharapkan dengan pelatihan ini hubungan perusahaan dengan para pensiunannya dapat terus terjalin dengan baik.
Menurut pakar demografi Singapura, dalam kurun 20 tahun mendatang (2010-2030), Indonesia akan mengalami ledakan demografi tenaga kerja pensiun, dimana jumlah pensiunan di Indonesia mengalami puncak, dengan harapan hidup yang semakin tinggi dan kesejahteraan yang meningkat. Generasi pertama mereka yang lahir pasca kemerdekaan (tahun 50-an), disusul generasi kedua yang lahir tahun 60-an dan memasuki pensiun tahun 2015-an, dan generasi ketiga yang lahir tahun 70-an yang memasuki pensiun tahun 2025. Kini saatnya stakeholder memfasilitasi dengan baik agar tidak berdampak sosial/ politik yang negatif, baik melalui sosialisasi dini agar bisa pensiun mandiri, maupun pelatihan pra purna bhakti (MPP; Masa Persiapan Pensiun).
Menggagas Pensiun Cerdas “The Power of Couple & Pensiunpreuneur”. Materi Perencanaan Keuangan (menyeimbangkan kerja otak kiri dan otak kanan; hitung-hitungan keuangan tak selamanya mengerutkan dahi) dalam Workshop kali ini banyak game manarik dan tidak lepas dari konten pembelajaran. Secara umum materi lengkap (paket) dapat dalam 3 sesi;

1. Motivational (Keep Your Goal & mengenal kepribadian/ profil investor pasangan)
2. Pension planning & Financial Check Up!
3. Pensiunpreneur & invesment programe

New Concept! Menggagas Pensiun Cerdas dengan konsep “The Power of Couple & Pensiunpreuneur”; menggabungkan program CSR (Corporate Social Responcibility) untuk pencitraan perusahaan, sebuah program pensiun dapat diselenggarakan dengan cerdas, menggabungkan tuntunan dunia kerja dan tuntutan sosail masyarakat agar terbentuknya Comdev (Comunity Development) yang saling menunjang bagi kemajuan perusahaan.

Penekanan pada program sosialisasi pensiun ini lebih pada kesiapan peserta untuk memasuki masa pensiun secara psikologis dan keuangan.  Pelatihan dimulai dari suatu hal yang lebih riil yang akan dihadapi peserta aspek keuangan sebelum masuk pada materi pemahaman yang lebih jauh mengenai bagaimana mengelola dirinya agar dapat menjalani masa pensiun dengan bahagia.

* BONUS! Assessment profile kepribadian untuk mengenal kepribadian wirausaha/ investasi dan gap yang ada antara profile kepribadian peserta dan wirausaha/ investor, serta profil toleransi resiko investor. Dan juga;

* Menganalisa perubahan keuangan memasuki masa pensiun
* Menghitung berapa lama uang pensiun dapat bertahan jika tidak melakukan perubahan gaya hidup dan investasi
* Melakukan penyesuaian gaya hidup dan pola pembelanjaan di masa pensiun
* Menggali peluang penghasilan pasif dari harta produktif, investasi, dan usaha
* Mengevaluasi harta yang sudah dimiliki, dan mengubahnya menjadi harta produktif
* Menghitung dana cadangan yang diperlukan jika memutuskan untuk membuat usaha
* Menghitung modal usaha yang aman untuk disisihkan dari uang pensiun
* Mempelajari alternatif sumber permodalan usaha selain dari uang pensiun

# MERANCANG PROGRAM PENSIUN MANDIRI
(Pensiun Bijak bukan Pindak Kerja; peserta 10-20 tahun menjelang pensiun)

Kalau perusahaan selama ini tidak pernah menabungkan uang pensiun untuk karyawan, kenapa karyawan Anda tidak dimotivasi untuk mau menabung sendiri (pensiun mandiri)? Ya, karyawan bisa merancang sendiri Program Pensiun Mandiri yang mereka inginkan sesuai gaya hidupnya. Mereka hanya perlu mengetahui bagaimana caranya. Dengan demikian, secara tidak langsung, karyawan Anda mau tidak mau akan didorong untuk membangun aset untuk masa depannya, agar kelak ketika sudah tidak lagi bekerja di tempat Anda dapat mandiri dalam keuangannya. Pada topik ini, karyawan Anda akan mendapatkan materi tentang bagai-mana Merancang Program Pensiun Mandiri untuk diri mereka sendiri. Materi yang diberikan diantaranya:

* (Khusus Couple) akan dimotivasi mengenal potensi-potensi yang dimiliki, baik aset materil maupun immateril, kemudian diarahkan untuk mebuat goal setting agar arah dan tujuan keuangan pensiun sangat jelas tergambarkan.
* Materi selanjutnya diberikan wawasan tentang bagaimana memperkirakan jumlah biaya hidup yang akan mereka keluarkan saat pensiun kelak? Bagaimana menentukan jumlah dana pensiun yang harus mereka siapkan sejak sekarang? Lalu berapa jumlah yang harus ditabung setiap bulan dari gaji mereka agar jumlah Dana Pensiun itu bisa terkumpul?
* Selesai tahap perencanaan awal, materi dilanjutkan dengan membuat portofolio investasi untuk membangun aset. Kemana mereka bisa menabung/ investasi untuk menyiapkan Dana Pensiun tersebut? Apa saja pilihan yang bisa mereka pertimbangkan? (tahap ini bisa digabung dengan program comunity development & CSR yang bertujuan untuk memberdayakan karyawan, membangun aset dalam bentuk pensiunpreneur)

# MEMPERSIAPKAN MASA PENSIUN (peserta dibawah 5 tahun menjelang pensiun)

Program Persiapan Pensiun yang ada saat ini memberikan penekanan yang terlalu banyak pada aspek teknis kewirausahaan padahal kebanyakan peserta tidak akan menjalankan kewirausahaan.  Bahkan karena penekanan yang kurang pada mengembangkan pertimbangan yang komprehensif mengenai kewirausahaan maka pendekatan tersebut bisa ‘membahayakan’: mendorong peserta berwirausaha padahal mereka tidak siap.
Banyak orang tidak menyadari bahwa pengelolaan keuangan saat pensiun berbeda dengan ketika masih bekerja. Pertama-tama, frekwensi penghasilan yang diterima mungkin tidak akan sama. Ini bisa terjadi terutama bila perusahaan yang mempensiunkan karyawannya memberikan penghasilan pensiun sekaligus di muka (lump sum). Hal kedua yang membedakan adalah kalaupun penghasilan pensiun tersebut diterima secara bulanan, sudah dapat dipastikan jumlahnya berbeda dengan penerimaan saat bekerja (UU no. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun membatasi 50-75% dari PhDP/ Penghasilan Dasar Pensiun). Karenanya, ini akan menimbulkan persoalan baru, wajarnya pensiun akan mengurangi ongkos kerja (modal kerja), sehingga penghasilan tidak perlu penuh lagi, namun sebagai pensiunan tetap harus memiliki aktifitas. Nah, bagaimana agar jumlah penghasilan pensiun yang diterima tersebut bisa mencukupi untuk membayar pengeluaran bulanan. Selain itu, bila penghasilan pensiun diterima sekaligus dimuka, maka pertanyaan yang muncul adalah bagaimana caranya agar dana besar yang diterima tersebut bisa mencukupi untuk hidup selama pensiun kelak. Pada topik ini, peserta akan mendapatkan materi seperti:
* Bagaimana mengatur agar penghasilan pensiun bisa mencukupi? Bila ternyata tidak mencukupi, apa yang bisa mereka lakukan?
* Pos-pos pengeluaran apa yang meningkat ketika pensiun dan bagaimana mengantisipasi kenaikan dari pos-pos yang meningkat tersebut? Bagaimana berinvestasi yang aman diusia pensiun?
* Alternatif penghasilan baru apa yang bisa mereka dapatkan ketika pensiun kelak? Mungkinkah Pensiunpreneur dapat dijalankan? Apa saja pilihan yang bisa mereka pertimbangkan? (tahap ini bisa digabung dengan program comunity development & CSR yang bertujuan untuk memberdayakan karyawan, membangun aset dalam bentuk pensiunpreneur). (Khusus Couple) akan dimotivasi mengenal potensi-potensi yang dimiliki, baik aset materil maupun immateril, kemudian diarahkan untuk mebuat goal setting agar arah dan tujuan keuangan pensiun sangat jelas tergambarkan.

# PENSIUN DINI, BERKAH ATAU PETAKA?

Rasionalisasi dengan menawarkan pensiun dini bagi perusahaan terkadang harus dilakukan, agar laju perusahaan dan SDM yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan kekinian. Namun apakah pensiun dini ini siap bagi setiap karyawan? Tarik ulur perusahaan dan karyawan akan menarik energi yang besar. Untuk itulah diperlukan sosialisasi yang bijak.
Materi yang diberikan diantaranya:
* (Khusus Couple) akan dimotivasi mengenal potensi-potensi yang dimiliki, baik aset materil maupun immateril, kemudian diarahkan untuk mebuat goal setting agar arah dan tujuan keuangan pensiun sangat jelas tergambarkan.
* Materi selanjutnya diberikan wawasan tentang bagaimana memperkirakan jumlah biaya hidup yang akan mereka keluarkan saat pensiun kelak? Bagaimana menentukan jumlah dana pensiun yang harus mereka siapkan sejak sekarang? Bagaimana jika keputusan pensiun dini diambil? Konsekwensi apa yang akan terjadi.
* Selesai tahap perencanaan awal, materi dilanjutkan dengan membuat portofolio investasi untuk membangun aset. Kemana mereka bisa menabung/ investasi untuk menyiapkan Dana Pensiun tersebut? Apa saja pilihan yang bisa mereka pertimbangkan? (tahap ini bisa digabung dengan program comunity development & CSR yang bertujuan untuk memberdayakan karyawan setelah pensiun dini yang akan menjadi mitra perusahaan, membangun aset dalam bentuk pensiunpreneur)
Bila diperlukan kami juga menyiapkan program extended dari paket ini dengan menambahkan seminar wirausaha yang diisi oleh pool wirausahawan kecil dan menengah yang ada dalam data base kami dan program konseling terkait psikologis, keuangan, investasi dan kewirasahaan.

II. InHouse Training Program Fundamental of Syariah Financial Planning, Financial Invesment Planning & Financial Asset Planning

Apa yang membuat karyawan Anda mau sibuk bekerja setiap hari? Apakah hanya untuk kesenangan belaka? Apakah agar supaya karyawan Anda bisa tetap digaji dan dapat hidup dengan layak? Atau, apakah karyawan Anda memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapai? Apakah tujuan keuangan karyawan selaras dengan kepentingan perusahaan?
Dalam kenyataannya, tidak semua orang bisa mencapai tujuan-tujuan yang sudah dia tetapkan. Ada kalanya beberapa tujuan tidak bisa dicapai. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi kinerja pegawai dan tidak sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Semakin besar penghasilan, semakin besar juga pengeluaran seseorang. Itulah pepatah yang sepertinya lekat di masyarakat. Harus kita akui bahwa besarnya penghasilan yang diberikan perusahaan seringkali tidakcara otomatis menjamin kesejahteraan bagi karyawan. Pasti ada saja diantara karyawan yang selalu merasa kekurangan, tidak pernah cukup, tidak pernah puas, boros, bahkan tidak bisa menabung. Padahal sebagai majikan, Anda pasti merasa punya kewajiban moral agar karyawan bisa sejahtera dari gaji yang diberikan.
Salah satu penyebab terjadinya hal-hal seperti itu adalah karena banyak orang yang hanya sekedar memiliki tujuan, tapi tidak tahu bagaimana cara mencapainya. Itulah sebabnya, seseorang tidak hanya memerlukan sebuah tujuan. Ia juga memerlukan sebuah cara tentang bagaimana ia bisa mencapai tujuan itu.
Perencanaan keuangan sudah disyariatkan dalam Islam 14 abad yang lalu, tentunya bukan tanpa makna, banyak sekali hikmah yang didapat baik yang mempelajarinya muslim maupun non muslim. Syariat yang hadir untuk kesejahteraan hidup manusia ini memberikan arahan dan petunjuk yang jelas tentang tujuan keuangan. Apakah Anda tertarik menyelenggarakannya untuk karyawan & perusahaan?
Sebuah penelitian tesis tentang analisis pengaruh pelatihan dan pengembangan, serta kompensasi terhadap kinerja pegawai, disimpulkan bahwa terjadi tingkat pengaruh yang sangat signifikan bagi kinerja pegawai yang mendapatkan pelatihan dan pengembangan yang diselenggarakan perusahaan, selain konpensasi yang diberikan dan kelayakan serta keadilan dalam pengupahan.

* BONUS! Assessment profile kepribadian untuk mengenal kepribadian wirausaha/ investasi dan gap yang ada antara profile kepribadian peserta dan wirausaha/ investor, serta profil toleransi resiko investor. Dan juga;

* Menganalisa gaya hidup & biaya hidup melalui check up alur keuangan (LSF Check Up!)
* Mensimulasikan alur keuangan bila tidak melakukan perubahan gaya hidup dan investasi
* Melakukan penyesuaian gaya hidup dan pola pembelanjaan
* Mempelajari alternatif sumber pendapatan selain dari gaji dengan menggali peluang penghasilan pasif dari harta produktif, investasi, dan usaha
* Mengevaluasi harta yang sudah dimiliki, dan mengubahnya menjadi harta produktif dan membuat laporan keuangan pribadi
* Menghitung dana cadangan yang diperlukan untuk berbagai latar belakang keuangan

III. Perencanaan Keuangan terkait Perlindungan Resiko (Asuransi & Dana Darurat) —Insurance Development Programe

(Dimuat di Harian Pikiran Rakyat, 06/06/2010)

Islam mengenalkan model perlindungan keluarga (asuransi) dalam bentuk lembaga keuangan melalui sistem baitul mal dan pengelolaan zakat. Sistem ini pula yang seharusnya mendasari semua lembaga keuangan syariah saat ini. Sistem keuangan (ekonomi), bukan hanya menyangkut kepentingan muamalah, namun lebih mendasar lagi adalah aqidah. Mengapa demikian? Karena zakat adalah salah satu rukun islam dan perintah Allah Ta’ala yang tak bisa diabaikan begitu saja. Filosofi baitul mal & pengelolaan zakat tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi perkembangan lembaga keuangan saat ini yang telah berkembang dan lebih spesifik sesuai dengan karakter masing masing kebutuhan, sebutsaja lembaga keuangan perbankan, pegadaian, pengelola investasi (manajer investasi), pengelola resiko (perusahaan asuransi), pendistribusian zakat (BAZ/ LAZ), dll

Tertarik mewacana asuransi pada masyarakat umum atau perusahaan Anda? Topik ini bisa menjadi alternatif dibahas secara tuntas atau hanya complementary (bagian dari tema lainnya)

 

Siklus Kehidupan terkait dengan Perencanaan Keuangan dalam Perlindungan Resiko (Asuransi & Dana Darurat)

 

 

NEW! Insurance Development Program berbasis Syariah. Lengkap! Pemaparan sistem perlindungan resiko & manajemen sederhana untuk mengelola asuransi (dana hibah).

 

Perlindungan resiko berbasis syariah dikenal akad tabarru’, dimana  peserta memberikan dana hibah yang akan digunakan untuk menolong peserta lain yang tertimpa musibah. Peserta secara individu merupakan pihak yang berhak menerima dana tabarru’ (mu’amman/ mutabarra’ lahu, dan secara kolektif selaku penanggung (mu’ammin/ mutabarri) perusahaan asuransi bertindak sebagai pengelola dana hibah.

IV. Perencanaan Keuangan terkait INVESTASI Haji & Umrah

Rumah atau mobil saja dapat dicicil kenapa haji tidak? Haji bisa dimulai dengan menyisihkan Rp 100 ribu per bulan. Intinya naik haji bisa dengan 100 ribu asal niat direncanakan dari sekarang juga dan dimulai. Tertarik mewacana investasi haji baik untuk masyarakat umum atau perusahaan Anda? Topik ini bisa menjadi alternatif dibahas secara tuntas atau hanya complementary (bagian dari tema lainnya).

 

V. Perencanaan Keuangan terkait INVESTASI & Manajemen Usaha, serta Program Lembaga Keuangan Mikro Syariah & Comunity Development Programe (CSR)

Tertarik mewacana investasi (emas, reksadana/ pasar modal, wirausaha, dll) & manajemen terkait usaha, baik untuk masyarakat umum atau perusahaan Anda? Topik ini bisa menjadi alternatif dibahas secara tuntas atau hanya complementary (bagian dari tema lainnya)

 

Kursus Manajemen untuk Usaha yang Pernah digelar

[Manajemen Keuangan; Bagian ini memperhatikan 2 hal penting, yaitu (1) Penilaian terhadap hasil pekerjaan akuntansi yang menyajikan laporan keuangan , dan (2) Pengambilan Keputusan yang lebih fokus pada proyeksi keuangan untuk masa yang akan datang.

Manajer Keuangan; Orang yang bertanggung jawab terhadap pembuatan keputusan keuangan perusahaan (pendanaan & investasi).]

[Manajemen Pemasaran; Bagian ini memperhatikan 4 hal penting (bauran pemasaran/ marketing mix), yaitu (1) Produk, (2) Price (harga), (3) Place (distribusi), dan (4) Promotion.

Manajer Pemasaran; Orang yang bertanggung jawab terhadap pembuatan keputusan pemasaran serta mengaplikasikan bauran pemasaran & memonitor program penjualan perusahaan (riset peluang baru & sales projection).]

2 topik tersebut menjadi bagian terpenting dalam Kursus Manajemen untuk Usaha, selain manajemen SDM & Operasional.

Untuk mensinergikan program usaha Mikro Kecil dengan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), diperlukan pola/ standarisasi pengelolaan usaha. Selain itu juga diperlukan kesiapan LKMS dalam membuat sistem pendampingan & pengelolaan usahanya sendiri. Paket ini akan membantu, baik bagi pengelola LKMS maupun bagi nasabah yang menjadi mitra usahanya.

 

Masih banyak tema-tema lainnya yang bisa diangkat sebagai topik perencanaan keuangan. Berikut tema lengkap seminar/ pelatihan (workshop) perencanaan keuangan & manajemen sebagai pilihan:

1.  Perencanaan Alur Dana/ Cash flow (plus akutansi Personal Finance serta pengelolaan pendapatan & belanja) atau lebih dikenal Life Style Financial (LSF) Check Up!

2. Perencanaan Keuangan terkait Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf (Ziswaf)

3. Perencanaan Keuangan terkait Perlindungan Resiko (Asuransi & Dana Darurat)

4. Perencanaan Dana Pendidikan Anak (Financial Future Planning)

5. Perencanaan Dana Pendidikan Pribadi (Financial Future Planning)

6. Perencanaan Dana Pensiun Mandiri (Financial Future Planning)

7. Perencanaan Pembelian Aset dan Investasi (Financial Asset & Investment Planning)

8. Perencanaan Pembagian & Perencanaan Harta Waris (Financial Asset Planning)

9. Perencanaan Keuangan lainnya (Pranikah, Keuangan Anak, Haji & Umroh, liburan, dll)

10. Manajemen secara umum (spesifik manajemen keuangan & pemasaran), dll

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Seminar & Pelatihan ini, silakan menghubungi:
Account Executive (AE)
Tlp/ WA/ Telegram (085105) 78.5577; SMS 0818.422.400
E-mail; rijal1807@gmail.com, hestirijal@gmail.com, arrijalcollege@gmail.com,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s